Senin, 28 Februari 2011

Penghijauan Pantai Tak Harus Dengan Pohon Mangrove

Rembang-Rencana penanaman bibit pohon mangrove atau bakau di sepanjang pantai antara desa Banyudono hingga Pantiharjo Kecamatan Kaliori, perlu penanganan khusus. Tekstur tanah kawasan setempat berpasir, justru bisa mengakibatkan tanaman mangrove cepat mati.


Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Purwadi Samsi mengatakan, dari beberapa kali dilakukan penanaman bakau di pantai Kaliori sering mengalami kegagalan bahkan kini hampir tak bersisa lagi. Kondisi ini karena mangrove memang cocok ditanam untuk kawasan pantai berlumpur. Dampaknya belasan titik kawasan pesisir semakin tergerus abrasi, bahkan kerusakan cenderung meluas.


Disebutkan Purwadi Samsi, dari evaluasi permasalahan itu. Maka daerah pantai yang berlumpur, diperbanyak ditanami pohon bakau. Tetapi kalaupun terpaksa lokasi berpasir dihijauakan dengan pohon mangrove, bibit yang ditanam harus rutin dicek dan dirawat.


Purwadi Samsi menambahkan, sebenarnya pohon mangrove memiliki potensi penting dalam menjaga dan melindungi keseimbangan ekosistem wilayah pesisir, terutama sebagai penangkal abrasi. Mengingat kawasan pantai sangat berarti dalam kehidupan masyarakat nelayan. Tahun ini, menunggu hingga ombak reda, pihaknya berencana melakukan penghijauan menanam mangrove. Dari 24 ribu-an bibit mangrove bantuan pemerintah provinsi Jateng yang nantinya ditanam, ditargetkan 40 % batang bisa hidup dan berkembang.


Terpisah, Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel ARM Deddy Jusnar Hendarawan menyebutkan, jajaran TNI memegang komitmen teguh dalam membantu menjaga kelestarian lingkungan, termasuk kawasan pesisir dan pantai.

◄ Newer Post Older Post ►