Rabu, 16 Maret 2011

Ide Bisnis | Hijaunya Laba Rumput Gajah

Indonesia adalah negara agraris, dalam arti yang sebenarnya, agraris berarti mata pencaharian sebagian besar dari penduduknya adalah bertani. Agraris meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan. Peternakan sapi adalah salah satu usaha dalam pertanian, baik untuk sapi pedaging maupun sapi perah yang diambil susunya.

Salah satu kendala dalam peternakan baik sapi pedaging maupun sapi perah adalah ketersediaan pakan. Pakan sapi bisa berupa rumput, jerami, pohon pisang, dan lain-lain  yang semuanya saat ini sudah semakin sedikit. Hal ini disebabkan kurangnya lahan akibat konversi lahan yang berlebihan. Lahan pertanian yang tadinya ditanami berbagai komoditi pertanian saat ini diubah menjadi lahan permukiman atau lahan industri yang mengakibatkan adanya penurunan ketersediaan pakan ternak.

Rumput gajah (Arundo formosana) varietas taiwan grass adalah salah satu pakan ternak sapi favorit yang banyak diminta oleh pasar. Ketersediaan rumput gajah di wilayah Bandung dan sekitarnya sebagai pakan ternak saat ini masih sangat dirasakan kurang. Banyak peternak sapi yang mengambil dan membeli rumput jenis ini ke berbagai daerah, bahkan ada yang mencarinya sampai jarak ratusan kilometer dari tempat dia mengembangkan peternakannya.

Sebagai contoh, hasil dari pengamatan kami, KPSBU (Koperasi Peternak Susu Bandung Utara) sebagai penghasil susu terbesar di Bandung, saat ini menanam rumput ini dengan luasan lahan kurang lebih 1000 hektar untuk member makan pakan sekitar 17000 ekor sapi binaannya. Menurut perhitungan KPSBU, untuk mencukupi pakan 17.000 ekor sapi tersebut idealnya KPSBU memiliki lahan 2500 hektar yang ditanami rumput gajah varietas taiwan grass secara monokultur.

Hai ini mengakibatkan KPSBU mencari dan mengambil rumput sampai ke daerah Karawang, Subang, Sumedang dan sekitarnya. Dalam kenyataannya mereka seringkali tidak menemukan rumput, akan tetapi pakan substitusinya yang berupa jerami. Jerami memang bisa menjadi pakan ternak sapi, tapi tentu saja efeknya terhadap sapi perah akan menurunkan kualitas dan kuantitas produksi susu mereka.

Selain KPSBU, kami juga melihat pangsa pasar lain seperti KPSBS (Koperasi Peternak Susu Bandung Selatan), KPS Tanjungsari, peternak sapi di daerah Parakanmuncang, Cijapati, Sumedang, Malangbong, dan Sukabumi yang pada akhirnya kami mendapatkan kesimpulan yang mengejutkan, yaitu pasar sangat kekurangan pakan rumput.

Berdasarkan kondisi di atas, kami melihat suatu peluang usaha pengembangan dan budidaya rumput gajah varietas Taiwan grass untuk mengurangi kekurangan pakan tersebut. Tentu saja untuk memenuhi semua kebutuhan pakan rumput ini memerlukan dana yang tidak sedikit. Dana yang kami miliki hanya cukup untuk memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan pakan di semua peternak. Oleh karena itu kami mengharapkan kerjasama investor untuk mempercepat program usaha budidaya dan pengembangan rumput gajah ini.

Rencana Usaha

Mengapa kami memilih rumput gajah varietas Taiwan grass? Alasannya :

1. Ekonomis

a. Memerlukan biaya yang relative kecil dan hanya satu kali investasi
b. Waktu panen yang cukup cepat (40-90 hari)
c. Rumput adalah tanaman yang hidup dalam berbagai musim, sehingga setiap waktu bisa menghasilkan
d. Tidak memerlukan biaya perawatan yang mahal
e. Penghasilan yang cukup besar dan menguntungkan
f. Membuka lahan kerja baru bagi masyarakat sekitar lahan, sehingga dengan dibukanya pengembangan di suatu daerah, secara otomatis akan menaikkan pendapatan lokal
g. Sebagai penghasilan tambahan akan ditanami juga SUN (Sengon Unggulan Nusantara) yang telah bersertifikat. SUN ini memiliki masa tumbuh yang cepat jika dibandingkan
dengan sengon jenis lokal. Untuk mencapai diameter 30cm dan siap tebang SUN hanya memerlukan waktu 2,5 – 3 tahun. Bandingkan dengan jenis lokal yang harus menempuh
waktu 6-7 tahun untuk mencapai diameter yang sama.

2. Ekologis

a. Menghijaukan dan merehabilitasi lahan kritis. Sebagian besar lahan yang dipakai adalah lahan tidur yang sudah lama tidak ditanami dan dibiarkan oleh pemiliknya. Dengan sistem sewa lahan, selain menguntungkan bagi managemen juga akan memperbaiki lingkungan sekitarnya
b. Menyimpan dan menambah daerah resapan air. Sifat akar dari rumput adalah mengikat air dan tanah sehingga bisa menangkal erosi.

3. Estetis

a. Lahan yang tadinya terlihat gundul dan gersang akan terlihat hijau dan sejuk
b. Penataan penanaman yang diatur sedemikian rupa akan terlihat bagus dan indah
Sejak tanggal 19 Oktober 2009, kami sudah mulai program dan telah menanami sejumlah luasan lahan dengan rumput gajah. Lahan yang telah ditanami rumput gajah varietas Taiwan grassantara lain :
1. 2 hektar di Desa Punclut, Kec. Cidadap, Kota Bandung;
2. 15 hektar di Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka, yang hingga saat ini masih dalam proses
penanaman sebagai lahan produksi;
3. 1 hektar di Desa Rancakole, Kec. Arjasari Kab. Bandung. Di areal ini dikhususkan untuk pembibitan sebagai penunjang kegiatan produksi, misalkan penanaman baru dan penyulaman.

Untuk pengembangannya kami merencanakan pemusatan penanaman produksi di Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka. Karena pada saat ini kami sudah melakukan kerjasama lahan dengan perjanjian sewa kepada pemilik lahan yang bersangkutan selama lima tahun. Lahan yang tersedia seluas 62,5 hektar adalah tanah carik tiga desa, yaitu Desa Melatiwangi, Desa Girimekar, dan Desa Jatiendah Kabupaten Bandung. Pengembangan akan dilakukan bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar dan ketersediaan lahan. (*/Matabumi)


Sumber : ciputraentrepreneurship.com
◄ Newer Post Older Post ►