Selasa, 05 April 2011

Ide Bisnis | Membuka Usaha Katering

Siapa tidak kenal istilah ‘katering’ sekarang ini? Di hampir semua acara yang mengundang tamu dalam jumlah besar, jasa katering selalu menjadi tumpuan. Dan bagi kalangan ibu-ibu yang memiliki hobi memasak dan ingin mencoba berbisnis dari rumah, bisnis katering menjadi sebuah alternatif usaha yang ideal. Si pengelola tidak harus meninggalkan rumah dan urusan rumah tangga. Selain itu, bisa dikelola tanpa harus sepenuhnya terjun ke dalamnya. Cukup berbekal pengetahuan memasak yang memadai dan mengerti selera konsumen, sebuah bisnis katering bisa dimulai. Berminat? Silakan baca bagaimana mendirikan dan menjalankan sebuah  bisnis katering.
Langkah-langkah persiapan:

  1. Idealnya Anda menyukai dunia masak memasak. Dengan memiliki hobi memasak, semangat Anda dalam menjalani bisnis ini tidak akan mudah padam terutama jika keadaan kurang seperti yang diharapkan. Melakukan sesuatu dengan senang hati adalah salah satu kunci keberhasilan berbisnis.
  2. Persiapkan ruangan tersendiri untuk mengelola bisnis katering. Memasak untuk pesanan tentunya akan memakan banyak ruang sehingga kemungkinan besar dapur Anda tidak akan mencukupi.
  3. Modal untuk membeli bahan-bahan makanan dan peralatan memasak merupakan sebuah keharusan untuk dipikirkan. Terkadang peralatan memasak untuk katering juga berbeda dari peralatan memasak rumah tangga biasa (biasanya ukurannya lebih besar sehingga lebih muat banyak). Untuk beberapa saat, memnggunakan peralatan memasak yang Anda miliki di dapur rumah sudah mencukupi tetapi begitu omset bertambah, tentunya Anda harus membeli peralatan yang lebih representatif untuk  bisnis katering Anda sehingga bisa memenuhi pesanan dengan lebih efisien.
  4. Perkaya cakrawala pengetahuan kuliner Anda sebelum terjun ke dunia katering. Ini penting sebagai dasar berbisnis arena tanpa pengetahuan yang cukup Anda akan kurang maksimal dalam merespon keinginan konsumen.
Langkah-langkah pelaksanaan:
  1. Rekrutlah beberapa karyawan sesuai kebutuhan. Jika anggaran belum mengijinkan untuk mempekerjakan karyawan, cobalah meminta bantuan saudara dekat yang memiliki banyak waktu senggang. Anda bisa berbagi keuntungan dengannya.
  2. Miliki alamat kontak dan nomor telepon yang bisa dihubungi kapan saja sehingga pelanggan bisa memesan tanpa harus kerepotan atau merasa kesulitan.
  3. Menyediakan cadangan bahan masakan sebanyak 20% (atau persentase lain yang Anda anggap cukup) dari pesanan sehingga tidak akan terjadi kekurangan persediaan bahan.
  4. Susunlah menu yang akan dihidangkan sehingga Anda bisa mempromosikannya dalam selebaran dan memperlihatkannya pada calon pelanggan yang berkunjung.
Langkah-langkah marketing:
  1. Berikan kartu nama kepada pelanggan atau orang lain yang sekiranya akan menjadi pelanggan potensial.
  2. Bangun hubungan yang harmonis dengan pelanggan yang sudah ada (existing customers) dan sebanyak mungkin orang.
  3. Gunakan dunia maya sebagai sarana marketing. Miliki sebuah situs yang memuat deskripsi masakan yang Anda jual, alamat surat elektronik, alamat jejaring sosial atau nama identitas di penyedia layanan chat (misal Yahoo Messenger) di mana Anda bisa dihubungi calon pelanggan dengan lebih mudah. Jangan lupa sertakan harga dan cara membayarnya. Tonjolkan kelebihan masakan Anda dengan memberikan gambar yang menarik selera.
  4. Berikan potongan harga jika ada yang membeli dalam jumlah besar atau berulang kali.
Tantangan:
  1. Jumlah makanan yang sebenarnya jarang bisa 100% tepat dengan perkiraan semula.
  2. Bahan makanan yang mudah menjadi basi akan menimbulkan kerugian.
  3. Mengingat budaya masyarakat kita yang sangat pemilih saat harus memilih kapan waktu yang tepat untuk mengadakan acara, bisnis katering pun mengalami musim-musimnya sendiri. Ada kalanya sangat ramai, ada kalanya sangat sepi. Fluktuasi ini wajar dan bisa diantisipasi dengan strategi jemput bola, terutama saat masa-masa sepi.
Sumber : ciputraentrepreneurship.com
◄ Newer Post Older Post ►